Home » , , » Strategi Untuk Mengefisiensikan Beban Pajak Secara Legal

Strategi Untuk Mengefisiensikan Beban Pajak Secara Legal


Tax Saving 

Tax Saving merupakan upaya untuk mengefisiensikan beban pajak melalui pemilihan alternatif pengenaan pajak dengan tarif yang lebih rendah. 

Contoh: Pemberian natura kepada karyawan pada umumnya tidak diperkenankan untuk dibebankan sebagai biaya dalam menghitung Pajak Penghasilan (PPh) badan. Pemberian natura tersebut dapat diubah menjadi pemberian yang tidak dalam bentuk natura sehingga dapat dikurangkan sebagai biaya, tetapi harus dimasukkan sebagai penghasilan karyawan. Pengaruh dari perlakuan ini akan mengakibatkan PPh badan menjadi turun, tetapi PPh 21 akan naik. Penurunan PPh badan akan lebih besar dari pada kenaikan PPh (dengan asumsi perusahaan memperolehan laba kena pajak di atas Rp 100 juta dan PPh badan tidak bersifat final). 

Tax Avoidance 

Tax Avoidance merupakan upaya mengefesiensikan beban pajak dengan cara menghindari dari pengenaan pajak dengan mengarahkan pada transaksi yang bukan obyek pajak. 

Contoh: pada jenis perusahaan yang PPh badannya tidak dikenakan secara final, untuk mengefisiensikan PPh 21 karyawan dapat dilakukan dengan cara memberikan semaksimal mungkin kesejahteraan karyawan dalam bentuk natura, mengingat pemberian natura pada perusahaan yang tidak terkena PPh final bukan merupakan obyek PPh 21. 

Penundaan pembayaran pajak 

Penundaan pembayaran kewajiban pajak dapat dilakukan tanpa melanggar peraturan yang berlaku. 

Contoh: untuk menunda pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dapat dilakukan dengan menunda penerbitan Faktur Pajak sampai batas waktu yang diperkenankan khususnya atas penjualan kredit, penjual dapat menerbitkan Faktur Pajak Standar pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan pajak. 


Mengoptimalkan kredit pajak yang diperkenankan 

Wajib Pajak seringkali kurang mendapat informasi mengenai pembayaran yang dapat dikreditkan. 

Contoh: PPh 22 atas pembelian solar dari Pertamina bersifat final jika pembelinya perusahaan yang bergerak dibidang penyaluran ‘migas’. Tetapi jika pembelinya bergerak di bidang pabrikan, maka PPh 22 tersebut dapat dikreditkan dengan PPh badan. Pengkreditan tersebut lebih menguntungkan ketimbang dibebankan sebagai biaya. 

Menghindari pemeriksaan pajak dengan cara menghindari lebih bayar 

Mengajukan pengurangan pembayaran angsuran PPh 25 ke KPP yang bersangkutan, apabila berdasarkan estimasi diperkirakan dalam tahun pajak yang bersangkutan akan terjadi kelebihan pembayaran pajak dan mengajukan permohonan pembebasan PPh 22 impor apabila perusahaan tersebut melakukan impor. 

Menghindari pelanggaran terhadap peraturan perpajakan yang berlaku 

Menghindari pelanggaran terhadap peraturan perpajakan dapat dilakukan dengan cara menguasai peraturan perpajakan yang berlaku.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak