Home » , » Prosedur Permohonan Pengajuan Menjadi Wajib Pajak Non-Efektif

Prosedur Permohonan Pengajuan Menjadi Wajib Pajak Non-Efektif


Permohonan pengajuan menjadi Wajib Pajak Non-Efektif ternayata bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu bisa dilakukan secara online atau juga bisa dilakukan secara offline (dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak). Bagaimana mekanismenya? 

A. Prosedur Permohonan Pengajuan Menjadi Wajib Pajak Non-Efektif secara Online (Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013). 

Agar bisa mengajukan perubahan status menjadi Wajib Pajak Non-Efektif secara online, maka Wajib Pajak bisa menempuh prosedur sebagai berikut: 
  1. Mengisi Formulir Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada aplikasi e-Registration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak melalui pajak.go.id . 
  2. Melalui aplikasi e-Registration tersebut, maka permohonan penghapusan yang telah disampaikan Wajib Pajak dianggap telah ditandatangani secara elektronik dan mempunyai kekuatan hukum. 
  3. Wajib Pajak yang telah menyampaikan formulir Penghapusan NPWP dengan lengkap melalui aplikasi e-Registration dan mengirimkan dokumen yang disyaratkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak. 
  4. Apabila dokumen yang disyaratkan telah diterima secara lengkap, maka KPP menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik. 
B. Prosedur Permohonan Pengajuan Menjadi Wajib Pajak Non-Efektif secara Manual/Offline 

Agar bisa mengajukan perubahan status menjadi Wajib Pajak Non-Efektif secara offline/manual, maka Wajib Pajak bisa menempuh prosedur sebagai berikut: 
  1. Wajib Pajak dapat datang langsung ke KPP di mana Wajib Pajak terdaftar. Apabila Wajib Pajak berbentuk badan, sebaiknya sekalian membawa cap perusahaan. 
  2. Setelah sampai di KPP Wajib Pajak, silakan menuju ke bagian Tempat Pelayanan Terpadu (TPT). 
  3. Di bagian TPT, Wajib Pajak dapat meminta formulir permohonan sebagai Wajib Pajak Non-Efektif. 
  4. Wajib Pajak mengisi formulir permohonan Wajib Pajak Non-Efektif serta cantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi.
  5. Setelah mengisi formulir tersebut, sampaikan ke bagian penerima surat di TPT dengan disertai lampiran yang diperlukan: 
  • Lampirkan surat pernyataan sudah tidak lagi melakukan kegiatan usaha jika Wajib Pajak yang secara nyata tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha. 
  • Untuk Wajib Pajak badan yang telah bubar, tetapi belum ada akta pembubarannya atau belum ada penyelesaian likuidasi (bagi badan yang sudah mendapat pengesahan dari instansi yang berwenang), lampirkan surat keterangan dalam proses pembubaran atau likuidasi dari notaris.
  • Untuk Wajib Pajak orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada atau bekerja di luar negeri lebih dari 183 dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, lampirkan fotokopi paspor dan kontrak kerja atau dokumen yang menyatakan bahwa Wajib Pajak berada di luar negeri lebih dari 183 hari dalam dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. 
Jangan lupa meminta tanda terima surat setalah Wajib Pajak menyampaikan surat permohonan untuk Wajib Pajak Non-Efektif. Selanjutnya Wajib Pajak tinggal menunggu jawaban dari KPP, biasanya proses normalnya adalah 10 hari.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak