Home » , » Peran Pajak Untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 2017

Peran Pajak Untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 2017


Pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 ditargetkan sebesar 5,1%. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, perlu disertai dengan adanya optimalisasi penerimaan perpajakan dimana dalam APBN 2017 tax ratio ditargetkan sebesar 11,5%. 

Diperlukan kebijakan Pemerintah untuk mendorong peningkatan konsumsi, belanja Pemerintah, investasi dan perdagangan internasional, supaya target pertumbuhan ekonomi tersebut tercapai. Salah satu alat kebijakan fiskal yang dapat digunakan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah Instrumen pajak. 

Untuk meningkatkan konsumsi atau daya beli masyarakat Pemerintah perlu menaikan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga jumlah disposable income yang akan digunakan sebagai konsumsi semakin besar. Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia masih didominasi oleh variabel konsumsi. Dibandingkan dengan PTKP tahun 2015, besarnya PTKP sejak tahun pajak 2016 naik sebesar 50%. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016. Dalam ketentuan tersebut besarnya PTKP per 2016 yaitu untuk Wajib Pajak (WP) sendiri sebesar Rp54 juta, untuk WP dengan status kawin mendapatkan penambahan PTKP sebesar Rp4,5 juta, dan untuk setiap tanggungan maksimum 3 orang akan mendapat penambahan PTKP masing-masing sebesar Rp4,5 juta. Diharapkan adanya penyesuaian dan peningkatan kembali PTKP di tahun 2017 dapat sejalan dengan tingkat inflasi dan standar hidup masyarakat Indonesia. Peningkatan dan penyesuaian besaran PTKP dapat memperkuat daya beli masyarakat dan mendongkrak aktivitas ekonomi di Indonesia. 

Untuk meningkatkan belanja Pemerintah, diperlukan penerimaan dari pajak yang cukup besar khususnya untuk pembangunan infrastruktur nasional. Selain penerimaan negara antara lain dari uang tebusan Amnesti Pajak Periode Ketiga (Januari s.d. Maret 2017) dan peningkatan pembayaran pajak akibat dari peningkatan kepatuhan Wajib Pajak setelah Program Amnesti Pajak Periode Pertama dan Kedua di tahun 2016, perlu dioptimalkan penerimaan perpajakan lainnya untuk mencapai target penerimaan perpajakan dalam APBN 2017 sebesar Rp1.498,9 triliun. 

Ada beberapa usulan kebijakan yang dapat Pemerintah lakukan untuk menambah pundi-pundi pajak, diantaranya dengan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan yang diterima atau diperoleh golongan masyarakat menengah ke atas. 

Untuk meningkatkan investasi diperlukan kebijakan Pemerintah yang business friendly misalnya dengan cara menurunkan tarif PPh Badan yang semula dikenakan tarif sebesar 25% diusulkan diubah menjadi sekitar 20% s.d. 17%. Tujuan penurunan tarif PPh Badan ini untuk meningkatkan daya saing investasi dan bertujuan supaya tidak terjadi capital outflow termasuk atas dana repatriasi amnesti pajak. Juga untuk menarik penanaman modal tetap di Indonesia, Pemerintah perlu memberikan fasilitas pajak pada sektor-sektor yang mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, mempunyai orientasi ekspor, menyerap tenaga kerja, dan melakukan transfer teknologi baik secara horizontal maupun vertikal. 

Untuk meningkatkan perdagangan internasional khususnya ekspor neto, Pemerintah perlu mengurangi impor dan meningkatkan ekspor dengan mengenakan pajak yang tinggi atas impor barang khususnya produk yang bersifat konsumtif. 

Dengan demikian, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% di tahun 2017. Sudah saatnya pemerintah harus mengoptimalkan peran penting Pajak dalam peningkatan konsumsi, belanja Negara, investasi, dan perdagangan Internasional.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak