Home » , » Membentuk Bangsa Yang Mandiri Melalui Pajak

Membentuk Bangsa Yang Mandiri Melalui Pajak

Semakin besar penerimaan pajak disuatu negara maka akan semakin mandiri bangsa tersebut. Ini menunjukan semakin banyak partisipasi rakyat dalam pembayaran pajak. Kemandirian disini diartikan sebagai kemampuan suatu negara dalam membiayai pengeluarannya  menggunakan dana sendiri, tanpa terikat oleh dana dari luar (utang luar negeri).

Faktor pendorong meningkatnya partisipasi rakyat dalam kepatuhan pembayaran pajak adalah jika pembangunan yang digerakkan pemerintah dirasakan hasilnya langsung oleh rakyat. Semakin banyak rakyat yang merasakan hasil-hasil pembangunan seperti pendidikan gratis, pengobatan gratis, pelebaran jalan, pelebaran jalan dan lain sebagainya maka akan meningkatkan gairah mereka untuk lebih giat membayar pajak. Untuk dapat memeratakanhasil-hasil pembangunan tersebut, pemerintah membutuhkan dana yang besar. Jadi hubungan ini ibarat lingkaran yang saling terhubung satu sama lain.

Peningkatan tax rasio tidak hanya menjadi tanggungjawab Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saja. Tetapi harus melibatkan peran dan fungsi kementerian dan lembaga lain. Karena DJP sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya secara garis besar hanya bertugas mengumpulkan uang pajak ke pundi-pundi APBN sesuai dengan target yang diberikan setiap tahunnya.

Uang pajak yang dibelanjakan itu bukan kewenangan DJP lagi. Kementerian dan lembaga merupakan pihak yang menjadi eksekutor terhadap pembelanjaan uang tersebut sesuai dengan program-program yang mereka miliki yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Kementrian Dan Lembaga (RKAKL).

Atas dasar ini terlihat pentingnya kerjasama antara DJP sebagai pemungut pajak dengan Kementerian/Lembaga sebagai pelaksana pembangunan, sehingga setiap rupiah dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat memberikan hasil yang positif bagi pelaksanaan pembangunan dan dirasakan langsung oleh rakyat.

Pajak adalah harga diri bangsa, jika penduduk di suatu negara enggan membayar pajak apalagi dengan orang asing yang tinggal dinegara itu. Alhasil, kita hanya menjadi penonton ketika hasil alam kita dikeruk oleh para Perusahaan Multinasional tanpa membayar pajak sepeser pun.

Bangsa kita ini tidak seharusnya lagi menggantungkan anggarannya pada utang luar negeri. Bukan hanya kerepotan dalam membayar bunga tetapi dibalik pinjaman luar negeri tersebut terdapat kepentingan politis negara-negara donor. Dengan semakin banyak berhutang akan menjauhkan bangsa ini dari kemandirian.

Idealnya biaya pembangunan suatu negara dibiayai oleh rakyat di negara tersebut melalui setoran pajak. Itulah mengapa pajak dikatakan merupakan harga diri bangsa. Yang seharusnya setiap wajib pajak merasa bangga setelah melakukan kewajibannya kepada negara. Artinya setiap pembayar pajak adalah pahlawan pembangunan yang sesungguhnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak