Home » , » Cermati Beberapa Hal Ini Agar Tidak Salah Lapor Pajak

Cermati Beberapa Hal Ini Agar Tidak Salah Lapor Pajak


Cara melapor pajak secara online itu memang mudah bagi yang sudah memahaminya, akan tetapi bagi pengguna baru justru sebaliknya, hal itu terkadang cukup sulit dan membingungkan. Maka dari itu, sebaiknya Anda cermati beberapa hal berikut ini agar saat pelaporan menjadi lancar dan tidak melakukan kesalahan.

Perhatikan Alamat Email Saat Daftar E-fin 

Bayar dan lapor pajak merupakan tanggung-jawab pribadi, oleh karena itu sebaiknya gunakan alamat email pribadi saat Anda mendaftar E-fin. Penggunaan email pribadi untuk mendaftar E-Fin juga sebagai langkah antisipasi jika berpindah kerja nantinya. Hal ini karena Direktorat Jenderal Pajak Online akan mengirimkan konfirmasi kata sandi baru ke email yang digunakan untuk mendaftar E-Fin. Jika sebelumnya Anda mendaftar E-Fin dengan email kantor, maka pada saat berpindah kantor, kata sandi tersebut tidak dapat didapatkan karena Anda sudah tidak mempunyai akses lagi ke email tersebut. Dengan demikian alangkah baiknya jika menggunakan alamat email pribadi.

Cermati Kelengkapan Data Saat Pengisian

Mengisi formulir untuk pelaporan merupakan hal pertama yang dilakukan dalam melaporkan SPT tahunan. Hal ini terbilang cukup mudah, akan tetapi nyatanya masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mengisi formulir SPT tersebut. Anda harus cermat dalam mengisi formulir yang ditawarkan serta pilihlah yang sesuai dengan golongan Wajib Pajak Anda. 

Miliki Bukti Potong Pajak 

Bukti potong pajak merupakan bukti kebenaran atas pajak yang telah dibayarkan, maka dari itu dalam melaporkan SPT pajak diperlukan bukti potong pajak. Artinya, Anda harus melampirkan bukti potong pajak dengan formulir SPT yang sudah diisi. Anda cukup melampirkan fotokopinya saja, karena dokumen aslinya bisa dijadikan arsip untuk jaga-jaga jika dibutuhkan nantinya.


Bukti potong pajak akan Anda dapatkan setelah membayarkan pajak yang tertanggung. Untuk pegawai biasanya perusahaan memberikan bukti potong pajak atas pembayaran pajak perbulannya yang dipotong dari gaji. Apabila perusahaan dimana Anda bekerja tidak memberikan bukti potong pajak, maka harus memintanya kepada pihak HRD.

Minta Bukti Potong Pajak dari Perusahaan Sebelumnya 

Untuk Anda yang berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaan, jangan lupa untuk meminta bukti potong pajak kepada pihak HRD. Misalnya, Untuk melapor pajak 2016 sebelum batas yang ditentukan. Katakanlah Anda berpindah tempat kerja di bulan Maret 2016, maka mintalah bukti potong pajak selama bulan Januari-Februari 2016 kepada perusahaan lama dan bukti potong pajak pada bulan Maret-Desember 2016 ke perusahaan baru. Hal serupa juga berlaku jika Anda berpindah kerja sebanyak 3 kali atau lebih dalam setahun.

Laporkan Pajak dari Pendapatan Tambahan 

Tidak hanya pendapatan utama yang dikenakan pajak. Untuk Anda yang memiliki pendapatan tambahan dari pekerjaan lain, pendapatan tersebut juga dikenakan pajak penghasilan. Harus Anda diketahui bahwa tidak semua orang jujur dengan melaporkan pendapatan tambahan mereka. Namun, ada juga Wajib Pajak yang tidak melapor bukan karena tidak mau membayar pajak tambahan, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa pendapatan tersebut juga dikenakan pajak.

Tanyakan kepada pihak yang memberikan penghasilan tambahan, apakah penghasilan yang diterima sudah dipotong pajak atau belum. Jika sudah, hendaknya minta bukti potong pajaknya. Jumlahkan total penghasilan bersih dari pendapatan utama dan tambahan pada lembar SPT.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak