Home » , » Berbagai Aspek Perpajakan Bisnis Real Estate

Berbagai Aspek Perpajakan Bisnis Real Estate


Kegiatan usaha perumahan atau real estate tentunya mempunyai beberapa tahapan yang umum terjadi, dimulai dari tahapan persiapan, pengadaan lahan, hingga produk siap dipasarkan kepada konsumen lengkap dengan aspek pajak yang timbul dari setiap tahapan tersebut.

Tahap Persiapan merupakan tahap paling awal dari bisnis real estate dan tahapan ini meliputi kegiatan penelitian pendahuluan, penelitian potensi pasar, kelayakan bisnis, kegiatan perencanaan konstruksi dan rencana anggaran biaya.

Kegiatan tersebut bisa dilakukan sendiri oleh pengembang atau bisa juga menggunakan jasa konsultan. Aspek perpajakan pada tahap ini berupa:

  • Pajak Penghasilan Pasal 21/23 dari penghasilan bruto yang diterima oleh konsultan yang melakukan kegiatan penelitian maupun studi kelayakan. 
  • Pajak Penghasilan Pasal 26 dengan tarif 20% atau sesuai tarif P3B dari penghasilan bruto yang diterima konsultan luar negeri yang melakukan kegiatan penelitian maupun studi kelayakan.
  • Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2) untuk penghasilan pengusaha jasa konstruksi dengan tarif sesuai kualifikasi usaha Pengusaha Jasa Konstruksi tersebut. 
  • Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif 10% dari Nilai Jasa yang diterima pengusaha jasa konstruksi. 
Tahap pengadaan lahan dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu membeli secara langsung kepada pemilik lahan, menggunakan jasa perantara (makelar), atau melalui kerja sama dengan pemilik tanah. Aspek perpajakan pada tahap ini berupa:

  • Pajak Penghasilan Final dengan tarif 5% dari harga jual/harga transaksi,umumnya pihak penjual dan pembeli sepakat menggunakan harga sesuai NJOP pada SPPT PBB saja, bukan mengunakan harga jual/harga transaksi yang sebenarnya.  
  • BPHTB dengan tarif 5% dari harga jual/harga transaksi setelah dikurangi NPOPTKP sesuai peraturan daerah masing-masing. Umumnya pihak penjual dan pembeli sepakat menggunakan harga sesuai NJOP pada SPPT PBB saja, bukan mengunakan harga jual/harga transaksi yang sebenarnya.  
  • Pajak Penghasilan Pasal 21/23 dari penghasilan yang diterima oleh makelar apabila jual beli tersebut dibantu oleh makelar. 
  • Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif 10% dari harga jual/harga transaksi apabila penjual adalah PKP yang bergerak di bidang usaha penjualan tanah dan/atau bangunan. 

Tahapan selanjutnya setelah lahan dan perizinan selesai adalah kegiatan pembangunan produk real estate. Pada tahap ini terdapat beberapa pekerjaan yang melibatkan pihak lain dan terdapat potensi pajak didalamnya. Tahap pembangunan dapat dirinci lagi dalam beberapa kegiatan yang juga mempunyai potensi pajak yaitu pematangan lahan, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas, pembangunan unit properti, dan pemasaran produk.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak