Home » » WPOP Karyawan / Pegawai

WPOP Karyawan / Pegawai


Harus dipahami bahwa kategori ini hanya meliputi WPOP yang memiliki sumber penghasilan dari satu pemberi kerja saja, artinya ia hanya bekerja dan menerima penghasilan dari satu tempat/pekerjaan saja sebagai pegawai/karyawan baik itu swasta atau pemerintah.
Apabila anda termasuk dalam kategori WPOP ini, maka beruntunglah! Sebab pelaporannya sangat sederhana. 

Ikuti langkah-langkah berikut:
  • Mintalah kepada Juru Bayar/ Bendahara/ Bagian Keuangan tempat anda bekerja, Bukti Pemotongan Penghasilan selama tahun 2014, yang dikenal dengan nama: 1721-A1 (untuk karyawan swasta) atau 1721-A2 (untuk PNS).
  • Lihatlah jumlah Penghasilan Bruto yang anda peroleh di tahun 2014, apakah dibawah atau melebihi angka Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Hal ini penting agar anda tidak keliru dalam memilih jenis formulir SPT Tahunan PPh OP.
  • Apabila jumlah penghasilan Bruto anda lebih dari Rp 60.000.000,00 maka formulir yang anda gunakan adalah 1770 S, sementara apabila tidak melebihi angka Rp 60.000.000,00 maka formulir yang anda gunakan adalah 1770 SS.
  • Jika pelaporan yang akan anda gunakan adalah secara manual/hardcopy, maka anda dapat mengambil formulir tersebut di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat, atau unduh di www.pajak.go.id sebagai persiapan untuk melakukan pengisian.
      Catatan:
          Pengambilan formulir tidak dikenakan biaya sama sekali, kecuali dalam jumlah yang banyak               (untuk kepentingan kolektif) maka sebaiknya anda meminta izin terlebih dahulu ke Kepala                   Seksi Pelayanan KPP tersebut untuk memberi penjelasan.
  • Isilah SPT Tahunan PPh OP anda dengan menyalin informasi yang tertera di 1721-A1/1721-A2.
  • Prinsipnya sederhana, keterangan atas nilai yang ada di 1721-A1/1721-A2 adalah keterangan yang sama di formulir 1770 S/ 1770 SS, sehingga anda hanya perlu menyalin tanpa melakukan  perubahan apapun.
  • Untuk informasi tambahan, hitunglah jumlah Aset dan Hutang yang anda miliki dan dicantumkan di dalam Bagian C untuk formulir 1770 S-II untuk formulir 1770 S, nilai yang dicantumkan adalah nilai per akhir tahun 2014.
  • Termasuk apabila anda mendapat penghasilan lain yang dikenakan PPh Final (Bunga Deposito, Hadiah Undian, Honorarium dari APBN/APBD, Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Penjualan Tanah/Bangunan, Bunga Simpanan Koperasi), maka cantumkan di bagian B Halaman Formulir 1770 SS atau Bagian A Halaman 1770 S-II Formulir 1770 S.
  • Khusus Formulir 1770 S, untuk informasi daftar keluarga yang menjadi tanggungan (PTKP), dicantumkan di Bagian D halaman 1770 S-II.
  • Nilai Pajak Penghasilan Pasal 29 yang terutang di akhir tahun atas nama anda akan bernilai NIHIL, karena jumlah yang terutang sama dengan jumlah yang telah dipotong sepanjang tahun 2014. Sehingga anda tidak perlu melakukan pembayaran apapun.
  • Setelah lengkap disalin dan mengisi informasi tambahan, maka proses pengisian selesai, tanda tangani SPT Tahunan PPh OP anda di halaman induk 1770 S/ 1770 SS dan paling cepat pada bulan Januari 2015 sampai dengan 31 Maret 2015 anda sudah dapat melaporkan SPT Tahunan PPh OP ke KPP terdekat atau melalui dropbox yang biasanya ditempatkan di titik-titik tertentu.
  • Dalam pelaporan, anda tidak perlu melampirkan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (1721 A1 atau 1721 A2)
  • Simpanlah baik-baik Bukti/Tanda Terima Pelaporan SPT Tahunan anda, setidak-tidaknya dalam jangka waktu 5 (lima tahun) kedepan, sesuai dengan masa daluarsa pajak.
Sejauh ini Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan fasilitas Pelaporan SPT Tahunan PPh OP (khusus  1770 S/ 1770 SS) dengan menggunakan internet, yang dapat diakses WPOP Karyawan/Pegawai di www.efiling.pajak.go.id tata cara pelaporannya tidak berbeda dengan manual, entry data nya saja yang berbeda media dan Bukti Tanda Pelaporan yang anda akan terima adalah berupa konfirmasi melalui  email yang memuat Nomor Tanda Terima SPT Tahunan.

Untuk bisa menggunakan fasilitas ini, anda harus terlebih dahulu mengajukan permohonan e-FIN sebagai identitas digital anda dalam mengkases situs tersebut. Permohonan e-FIN dapat diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat dengan mengisi formulir dan melampirkan fotocopy KTP.

Penerbit: Indonesian Tax Riview
Oleh     : Erikson Wijaya
(Praktisi Perpajakan)

1 komentar:

  1. Terimakasih, artikelnya sangat menarik dan bermanfaat. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pajak silahkan kunjungi website ini http://tax.blog.gunadarma.ac.id/

    BalasHapus

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak