Home » , , , » Pengertian Materai dan Jenis Materai

Pengertian Materai dan Jenis Materai

Pengertian dan Jenis Materai

Pasal 1 ayat 2 huruf b menyebutkan bahwa benda materai adalah materai temple dan kertas materai yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Materai Tempel

Pada umunya Bea Materai atas dokumen dilunasi dengan benda materai. Pelunasan Bea Materai denga menggunakan materai tempel harus memenuhi ketentuan pasal 7 ayat (3) sampai dengan ayat (6).
Ketentuan itu dikenal dengan istilah ketentuan formal, yang meliputi:
Materai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak diatas dokumen yang dikenakan Bea Materai,
  1. Materai tempel direkatkan ditempat dimana tanda tangan akan dibubuhkan,
  2. Pembubuhan tanda tangan disertai dengan percantuman tanggal, bulan dan tahun dilakukan dengan tinta atau yang sejenis dengan itu ( misalnya pensil tinta, ballpoint dan sebagainya), sehingga sebagian tanda tangan ada diatas kertas dan sebagian lagi diatas materai tempel,
  3. Jika digunakan lebih dari satu materai, tanda tangan harus dibubuhkan sebagian diatas semua materai tempel dan sebagian diatas kertas. Apabila ketentuan-ketentuan formal tersebut diatas tidak dipenuhi, maka dokumen yang bersangkutan dianggap tidak bermaterai.
Berdasarkan pasal 7 ayat (1) menetapkan bahwa bentuk, ukuran, warna materai tempel dan kertas materai, demikan pula percetakan, pengurusan, penjualan serta penilitian keabsahannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Keputusan Menteri Keuangan No. 133.c/KMK.04/2000 tentang Pengadaan, Pengelolaan dan Penjualan Benda Materai menentukan bahwa percetakan dalam rengka pengadaan benda materai dilaksakan oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Repubik Indonesia (Perum Perun). 
 
Hasil percetakan benda materai dilaporkan kepada Direktur Jenderal Pajak. Tata cara dan persyaratan percetakan  benda materai diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak. Pengelolaan dan penjualan benda materai dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia dan atau badan usaha lain yang ditunjuk. Hasil penjualan dan persediaan benda materai dilaporkan kepada Direktur Jenderal Pajak. 
 
Keputusan Menteri Keuangan No. 133.a/KMK.04/2000 tentang  Pemusnahan Benda Materai menyebutkan bahwa benda materai yang dimusnahkan adalah benda materai yang rusak, cacat atau kotor sehingga tidak jelas lagi ciri-ciri keasliannya dan benda materai lainnya yang dinyatakan sudah tidak berlaku lagi. Pemusnahan benda materai dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pajak. Biaya pemusnahan benda materai dibebankan pada mata anggaran Direktorat Jenderal Pajak sesuai ketentuan berlaku.

Peraturan Menteri Keuangan No. KMK No. 15/PMK.03/2005 tentang Bentuk, Ukuran, Warna dan Desain Materai Tempel tahun 2005. Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2005.

Jenis Materai Tempel Rp 3.000,-

 
  1. Bentuk, Ukuran, Warna dan Desain materai tempel tahun 2005 adalah sebagai berikut:
  2. Bentuk materai tempel adalah segi empat dengan ukuran 32 mm x 24 mm.
  3. Cetakan dasar terdiri dari garis-garis yang berwarna biru dan kuning dengan relief teks “DITJEN”, “PAJAK”.
  4. Blok gelombang warna kuning disebelah kanan gambar Garuda.
  5. Cetakan utama mempunyai sifat dapat diraba dengan warna biru dan hitam (atau hijau) terdiri dari:
  6. Teks “MATERAI”, “TEMPEL” berada dibagian bawah;
  7. Angka nominal 3000 dan teks “TIGA RIBU RUPIAH” berada diatasnya dengan warna gradisi merah dan hitam berada disebelah kiri atas.
  8. Lambing Negara Republik Indonesia berada disebelah kanan dengan warna merah dan hitam; dan
  9. Ornamen-ornamen tradisional, roset yang dibentuk oleh garis-garis posotif dan negative, disertai mikroteks “PAJAKPAJAK” dengan warna gradisi merah dan hitam berada dibagian bawah mengelilingi teks “MATERAI”, “TEMPEL”.
  10. Terdapat foil hologram berupa strip dengan ukuran 5mm x 24 mm yang memuat gambar logo Ditjen Pajak, teks “RI” dan teks “PAJAK” yang masing-masing terlihat utuh atau tidak utuh.
  11. Jenis kertas sekuriti materai tempel, warna putih, berlapis pada satu sisi dengan berat dasar sekitar 84 gr/m2 , memiliki serat-serat tampak berwarna  biru dan bagian belakang kertas mengandung perekat yang berwarna kehijau-hijauan.
  12. Terdapat lubang perforasi berbentuk oval disisi kiri dan kanan (diantara perforasi berbentuk bulat) dan perforasi berbentuk bintang ditengah cetakan yang dapat diketahui dengan menerawangkan cetakan.
  13. Menggunakan kertas sekuriti UV dull yang memiliki serat-serat tak tampak yang akan memendar biru dan kuning dibawah sinar ultra violet.
  14. Terdapat cetakan tak tampak berupa blok diapositif teks “DITJEN PAJAK” yang akan memendar merah dibawah sinar ultra violet.
  15. Terdapat blok bergelombang yang berwarna merah, dimana pada bagian atasnya akan memendar kemerahan sedangkan pada bagian bawah akan memendar kekuningan bila dilihat dibawah sinar ultra violet.
  16. Terdapat latent image huruf “M” pada elemen hiasan diatas gambar garuda yang terlihat pada kemiringan  tertentu (±15o).
  17. Terdapat mikroteks “PAJAKPAJAK” yang dicetak menggunakan huruf yang sangat halus dan hanya dapat diamati dengan loupe.

Materai Tempel Rp 6.000,-

  1. Bentuk, Ukuran, Warna dan Desain materai tempel tahun 2005 adalah:
  2. Bentuk materai tempel adalah segi empat dengan ukuran 32 mm x 24 mm.
  3. Cetakan dasar terdiri dari garis-garis yang berwarna biru dan merah dengan relief teks “DITJEN”, “PAJAK”.
  4. Blok bergelombang warna merah disebelah kanan gambar Garuda.
  5. Cetakan utama mempunyai sifat dapat diraba dengan warna merah dan hitam terdiri dari:
  6. Teks “MATERAI”, “TEMPEL” berada dibagian belakang;
  7. Angka nominal 6000 dan teks “ENAM RIBU RUPIAH” berada di atasnya dengan warna gradisi biru dan hitam berada disebelah kiri atas.
  8. Lambang Negara Republik Indonesia berada disebelah kanan dengan warna hitam; dan
  9. Ornamen yang dibentuk oleh garis-garis positif dan negative, disertai mikroteks “PAJAKPAJAK” dengan warna gradisi biru dan hitam berada dibagian bawah mengelilingi teks “MATERAI”, “TEMPEL”.
  10. Terdapat foil hologram berupa strip dengan ukuran 5mm x 24 mm yang memuat gambar logo  Ditjen Pajak, teks “RI” dan teks “PAJAK” yang masing-masing terlihat utuh atau tidak utuh.
  11. Jenis kertas sekuriti materai tempel, warna putih, berlapis pada satu sisi dengan berat dasar 84 gr/m2 , memiliki serat-serat tampak berwarna biru dan bagian belakang kertas mengandung perekat yang berwarna kehijau-hijauan.
  12. Terdapat lubang perforasi berbentuk oval disisi kiri dan kanan (diantara perforasi berbentuk bulat) dan perforasi berbentuk bintang ditengah cetakan yang dapat diketahui dengan menerawangkan cetakan.
  13. Menggunakan kertas sekuriti UV dull yang memiliki serat-serat tak tampak yang akan memendar biru dan kuning dibawah sinar ultra violet.
  14. Terdapat cetakan tak tampak berupa blok diapositip teks “DITJEN PAJAK” yang akan memendar merah dibawah sinar utra violet, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA terdapat blok bergelombang yang berwarna merah, dimana pada bagian atasnya akan memendar kemerahan, sedangkan pada bagian bawah akan memendar kekuningan bila dilihat dibawah sinar ultra violet, terdapat latent image huruf “M” pada elemen hiasan diatas gambar garuda yang terlihat pada kemiringan tertentu (±15o ); dan terdapat mikroteks “PAJAKPAJAK” yang dicetak menggunakan huruf yang sangat halus dan hanya dapat diamati dengan loupe.

Kertas Materai

Sehubungan dengan tingginya biaya untuk percetakan kertas materai dan rendahnya permintaan masyarakat atas kertas materai, Direktorat Jenderal Pajak secara bertahap mengurangi percetakan kertas materai. Diharapkan kepada masyarakat, khususnya didaerah-daerah yang masyarakatnya terbiasa menggunakan kertas materai untuk pelunasan Bea Materai, agar menggantikan pelunasan Bea Materainya dengan menggunakan materai tempel (Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-SE/PJ.53/2003 tanggal 3 Juni 2003  tentang Kertas Materai).


CARA LAIN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN

Adalah suatu cara pelunasan Bea Materai dengan cara selain benda materai. Misalnya membubuhkan tenda-tera sebagai pengganti benda materai diatas dokumen dengan mesin-teraan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan  yang ditentukan untuk itu.

Keputusan Menteri Keuangan No. 133.b/KMK.04/2000 tentang Pelunasan Bea Materai dengan Cara Lain menentukan bahwa pelunasan Bea Materai dengan menggunakan cara lain harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Pajak. Pelunasan Bea Materai menggunakan cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan secara ringkas.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak