Home » , » Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah

Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah


Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah 


Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah Kriteria sebagai Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah adalah sebagai berikut:
  • Melakukan kegiatan:
  1. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud;
  2. penyerahan Barang Kena Pajak dan / atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai;
  3. penyerahan Barang Kena Pajak dan / atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang Pajak Pertambahan Nilainya tidak dipungut
  4. ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud
  5. ekspor Jasa Kena Pajak.
  • Telah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah. Untuk ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah harus memenuhi kreteria sebagai berikut.
  1. Pengusaha Kena Pajak merupakan Perusahaan Terbuka yang paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari keseluruhan saham disetornya diperdagangan di bursa efek di Indonesia.
  2. Pengusaha Kena Pajak merupakan perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki secara langsung oleh Pemerintah Pusat dan / atau Pemerintah Daerah.
  3. Produsen yang tepat waktu dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai selam 12 (dua belas) bulan terakhir; nilai Barang Kena Pajak yang dijual pada tahun sebelumnya paling sedikit 75% (tujuh puluh lima persen) adalah produksi sendiri; laporan keuangan untuk 2 (dua) tahun pajak sebelumnya diaudit oleh Akuntan Publik dengen pedapatan Wajar Tanpa Pengecualian atau Wajar dengan Pengecualian; dan tidak pernah dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan / atau penyidikan dalam jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan terakhir.
Pengusaha Kena Pajak harus menyampaikan permohonan penetapan sebagai Pengusahan Kena Pajak berisiko rendah kepada Direktur Jenderal Pajak. Atas permohonan Pengusaha Kena Pajak maka Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap harus menerbitkan keputusan penetapan sebagai Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah atau surat pemberitahuan bahwa permohonan tidak dapat diproses. 
 

Permohonan Penetapan PKP Berisiko Rendah 

PKP yang memenuhi kriteria dalam Pasal 1 dan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71/PMK.03/2010 tentang Pengusaha Kena Pajak Berisiko Rendah yang Diberikan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak harus menyampaikan permohonan kepada Direktur Jenderal Pajak untuk ditetapkan sebagai PKP berisiko rendah dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I PER-31/PJ/2010. Permohonan tersebut harus dilampiri dengan :
keterangan dari instansi yang berwenang, yang dapat berupa Laporan Bulanan Kepemilikan Saham Emiten atau Perusahaan Publik dan Rekapitulasi, bagi Perusahaan Terbuka yang paling sedikit 40% dari keseluruhan saham disetornya diperdagangkan di bursa efek di Indonesia, atau keterangan dari instansi yang berwenang, yang dapat berupa Akta Pendirian dan perubahannya, bagi perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki secara langsung oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah, atau Surat Pernyataan bahwa nilai Barang Kena Pajak yang dijual pada tahun sebelumnya paling sedikit 75% adalah produksi sendiri dan Laporan Keuangan untuk 2 tahun pajak sebelumnya yang diaudit oleh Akuntan Publik dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian atau Wajar Dengan Pengecualian, bagi produsen selain Perusahaan Terbuka dan BUMN/BUMD. Permohonan yang telah dilampiri dengan lampiran disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak paling lambat 15 hari kerja sebelum dimulainya Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak