Home » » Pengertian Transaksi Hubungan Istimewa

Pengertian Transaksi Hubungan Istimewa

 

Transaksi Hubungan Istimewa

dalam Perhitungan PPh badan Pada dasarnya, nilai transaksi ditentukan berdasarkan proses tawar-menawar dan negosiasi antara pihak-pihak yang bertransaksi untuk mencapai keuntungan maksimal. Harga yang terjadi adalah harga pasar yang wajar. Namun, mungkin juga terjadi, nilai transaksi menjadi tidak wajar jika di antara pihak-pihak yang bertransaksi terdapat hubungan istimewa

Salah satu motif terjadinya harga yang tidak wajar ini adalah untuk meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mematok harga di atas atau di bawah harga pasar wajar. Untuk mengantisipasi hal ini, Undang-undang Perpajakan memberikan  wewenang kepada Direktur Jenderal Pajak untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi hubungan  istimewa.

Hubungan Kepemilikan

Hubungan istimewa  karena kepemilikan terjadi apabila Wajib Pajak mempunyai penyertaan langsung sebesar 25% atau lebih pada Wajib Pajak lain, atau hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan 25% atau lebih pada dua Wajib Pajak atau lebih, demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir.
Contoh:
PT A mempunyai 50% kepemilian saham PT B. PT B mempunyai kepemilikan 50% saham PT C. PT A juga memiliki 50% saham PT D. Antara PT A dan PT B terdapat hubungan istimewa, begitu juga PT B dan PT C. PT A dan PT C juga mempunyai hubungan istimewa karena PT A memiliki PT C secara tidak langsung. Kemudian antara PT D dengan PT A, PT B dan PT C juga terdapat hubungan istimewa. 

Hubungan Penguasaan

Hubungan istimewa karena penguasaan terjadi jika Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan  yang sama  baik langsung maupun tidak langsung. Hubungan penguasaan ini terjadi karena adanya penguasaan melalui manajemen atau teknologi.
Hubungan Keluarga
Hubungan istimewa karena hubungan keluarga terjadi apabila terdapat hubungan  keluarga , yaitu :
  • keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat;
  • keluarga sedarah dalam garis keturunan ke samping satu derajat;
  • keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat;
  • keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping satu derajat.
Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti kelas pelatihan pajak yang di agendakan solusibisnis.co.id

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak