Home » » Penentuan Sumber Penghasilan

Penentuan Sumber Penghasilan

Penentuan Sumber Penghasilan
Note: Jika ingi menngetahui lebih detail tentang perpajakan silahkan gabung ke pelatihan perpajakan PT Sinergi Solusi Bisnis

Penentuan Sumber Penghasilan

Dalam menghitung batas jumlah pajak yang boleh dikreditkan, sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut.
a.      Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya serta keuntungan dari pengalihan saham dan sekuritas lainnya adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut didirikan atau bertempat kedudukan.
b.      Penghasilan berupa bunga, royalti, dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga, royalti, atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada.
c.      Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tidak bergerak adalah negara tempat harta tersebut terletak.
d.      Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada.
e.      Penghasilan bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan.
f.       Penghasilan dari pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan atau tanda turut serta dalam pembiayaan atau permodalan dalam perusahaan pertambangan adalah negara tempat lokasi penambangan berada.
g.      Keuntungan karena pengalihan harta tetap adalah negara tempat harta tetap berada.
h.      Keuntungan karena pengalihan harta yang menjadi bagian dari suatu bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap berada.
Penentuan sumber penghasilan selain penghasilan sebagaimana dimaksud di atas menggunakan prinsip yang sama.
Pengertian penghasilan yang diperoleh subjek pajak dalam negeri sebagaimana termaktub dalam pasal 4 ayat (1) UU PPh adalah world wide income, artinya penghasilan dari seluruh dunia. Sedangkan penghasilan yang diterima oleh subjek pajak luar negeri dikenai pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari Indonesia saja.
Yurisdiksi pemajakan erat kaitannya dengan penentuan sumber penghasilan (Yurisdiksi pemajakan pernah saya bahas di tulisan sebelumnya, bisa diklik di sini). Hal ini penting untuk menentukan negara mana yang berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari negara lain. Lazimnya negara sumber penghasilan lebih berhak terhadap suatu penghasilan yang diperoleh oleh suatu perusahaan/perorangan. Hal ini bisa kita lihat dari Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B)/tax treaty yang mengatur mengenai keutamaan hak pemajakan secara eksplisit di pasal-pasalnya.
Dalam praktiknya, selain menentukan apakah negara sumber berhak memajaki penghasilan tersebut, asas sumber juga mengatur mengenai pengkreditan pajak yang telah dipotong di luar negeri apakah bisa dikreditkan terhadap pajak penghasilan yang terutang menurut undang-undang domestik. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi pengenaan pajak berganda.

0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak