Home » , » Jenis Penghasilan yang Dikategorikan sebagai Objek Ketentuan CFC

Jenis Penghasilan yang Dikategorikan sebagai Objek Ketentuan CFC

Jenis Penghasilan yang Dikategorikan sebagai Objek Ketentuan CFC
Jenis pajak penghasilan 21 yang Dikategorikan sebagai Objek Ketentuan CFC

Jenis-jenis penghasilan yang dikategorikan sebagai objek Ketentuan CFC disebut sebagai tainted income. Adapun jenis-jenis penghasilan apa saja yang dipertimbangkan sebagai objek Ketentuan CFC maupun yang bukan sebagai objek Ketentuan CFC menurut Brian J. Arnold adalah sebagai berikut:

Passive investment


Yang dikategorikan sebagai jenis penghasilan passive investment ini adalah dividen, bunga, sewa, royalti, dan capital gain. Seluruh negara yang menerapkan Ketentuan CFC memperlakukan jenis penghasilan ini sebagai objek Ketentuan CFC.
Active business income

Sebagian besar negara mengecualikan jenis penghasilan ini sebagai objek penghasilan dari Ketentuan CFC, kecuali Hongaria, Selandia Baru, dan Swedia.

Base company income


Yang dimaksud dengan sebagai jenis penghasilan base company income adalah setiap jenis penghasilan selain jenis penghasilan passive income yang dapat dikategorikan sebagai objek dari Ketentuan CFC. Dalam praktik, definisi dari base company income ini sangat kompleks dan jarang ada keseragaman pdndefinisiannya di masing-masing negara yang menerapkan Ketentuan CFC.

Perlakuan perpajakan atas jenis penghasilan tersebut di atas tergantung pada pendekatan yang dipergunakan oleh masing-masing nagara. Terdapat dua pendekatan dalam memperlakukan suatu jenis penghasilan apakah akan menjadi objek Ketentuan CFC atau bukan yaitu:

Pendekatan transaksional (transactional approach).


Dalam pendekatan transaksional, setiap jenis penghasilan yang diperoleh oleh foreign subsidiary dianalisis untuk menentukan apakah jenis penghasilan tersebut merupakan objek Ketentuan CFC.

Pendekatan entitas (entity approach).


Sedangkan dalam pendekatan entitas, suatu jenis penghasilan apakah merupakan objek Ketentuan CFC tidak dilihat dari jenis penghasilannya tetapi didasarkan apakah foreign subsidiary tersebut masuk dalam definisi CFC atau tidak. Jika jawabannya adalah “ya” maka seluruh penghasilan dari foreign subsidiary tersebut merupakan objek Ketentuan CFC. Kalau jawabannya “tidak” maka seluruh penghasilan dari foreign subsidiary tersebut bukan objek Ketentuan CFC. Dengan demikian, pendekatan entitas ini dikenal juga dengan istilah “all or one”. Artinya, jika foreign subsidiary  tersebut merupakan CFC berdasarkan Ketentuan CFC maka seluruh penghasilannya merupakan objek Ketentuan CFC. Sedangkan jika tidak, maka seluruh penghasilannya bukan objek Ketentuan CFC.

Dengan demikian, perbedaan mendasar antara pendekatan transaksional dan pendekatan entitas adalah sebagai berikut:

Dalam pendekatan transaksional, semua tainted income adalah objek dari Ketentuan CFC;

Dalam pendekatan entitas, seluruh penghasilan dari foreign subsidiary merupakan objek Ketentuan CFC atau seluruh penghasilan foreign subsidiary bukan merupakan ibjek Ketentuan CFC;
Pendekatan entitas mempunyai keunggulan dari pada pendekatan transaksional yaitu meminimalkan beban biaya kepatuhan dan administrasi karena tidak perlu untuk memisahkan masing-masing jenis penghasilan yang menjadi objek atau bukan objek Ketentuan CFC.


0 komentar:

Posting Komentar

Informasi Jadwal Training

pelatihan pajak